PENGUKURUAN VO MAX
PENGUKURAN VO2 MAKS
Sebagai dasar pembuatan program tindakan fisioterapi pada kondisi kardiopulmonal adalah pengkajian atau pengumpulan data. Data objektif kemampuan fungsional kardiopulmonal dapat diperoleh dengan tes pembebanan dimana dalam tes pembebanan ini salah satunya mengukur VO2 maks.
Dengan tes pembebanan ini dapat diketahui kemampuan cadangan maksimal yangmasih dimiliki seseorang.
Dengan data ini fts dapat memperoleh mafaat, antara lain :
- mengetahui cadangan maksimal yang masih dimiliki klien
- membuat dosis/program latihan yang akurat
- mengetahui hasil latihan
- memberikan petunjuk tentang apa yang dilarang dan apa yang dianjurkan untuk dilakukan
- memberi motivasi pada pasien/klien
- untuk pembuatan diagnosa FT
Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan otot skelet dengan maksimal (Bouchard C. Kent M). Semakin tinggi tingkat kebugaran jasmani seseorang, maka akan semakin tinggi pula kemampuannya untuk melaksanakan kegiatan secara paripurna, serta masih mampu melakukan kegiatan lainnya (Carpersen,C.J. dkk)
Kebugaran jasmani merupakan sifat seseorang yang dapat meningkat secara alamiah, dapat pula ditingkatkan dengan intervensi tertentu.
Kebugaran jasmani dapat diukur besarannya melalui pengukuran komponen-komponennya yaitu aspek kesehatan dan aspek prestasi
- aspek kesehatan :komponen kesehatan terdiri dari daya tahan kardiorespirasi, daya tahan otot, kelenturan dan komposisi tubuh
- aspek prestasi : komponen-komponen aspek prestasi terdiri dari daya tahan kardiorespirasi, kekuatan otot, daya ledak otot, kecepatan, agilitas/ketangkasan, waktu reaksi, keseimbangan dan koordinasi.
Pada kedua golongan komponen tersebut terlihat bahwa daya tahan kardiorespirasi merupakan komponen terpenting karena terdapat pada kedua aspek, baik aspek kesehatan maupun aspek prestasi. Daya tahan kardiorespirasi dapat diukur besarannya dengan menggunakan ambilan oksigen maksimal atau maksimal oksigen uptake atau disebut VO2maks.
VO2 maks merupakan indikator yang handal bagi pengukuran daya tahan kardiorespirasi seseorang. Tinggi rendahnya nilai VO2 maks dapat dipakai sebagai parameter/ukuran terhadap tinggi rendahnya nilai/tingkat kebugaran jasmani seseorang (meskipun masih ada parameter yang lain)
VO2 mas adalah ambilan oksigen maksimal yang dinyatakan dalam liter/kg berat badan/menit, atau lazim disebut dengan maksimal oxigen uptake.
VO2 maks adalah pengukuran kapasitas aerobik atau sistem oksigen total tubuh dan maksimum volume oksigen yang dikonsumsi permenit.
Juga berhubungan dengan kapasitas aerobik maksimum, kekuatan aerobik maksimum, oksigen uptake dan kapasitas daya tahan otot.
VO2 maks secara matematika didefinisikan sebagai
VO2 maks (ml/min) = Heart rate (bpm) x stroke volume (ml) x A.VO2maks difference (ml/dl blood)
VO2 maks dapat diukur secara langsung dengan menggunakan alat pengukur metabolisme, yaitu sensor medikc MMC 2900 berupa Douglas bag otomatis yang memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi.
Selain itu VO2 maks dapat pula diukur dengan metode Atrand, Balka, The Report one mild dll.
PROSEDUR PENGUKURAN DAN INTERPRETASI HASIL
1. Sensor Medic MMC 2900
Dilakukan dengan menggunakan treadmill atau sepeda ergometer, dihubungkan dengan monitor lengkap antara lain EKG, heart rate, tekanan darah dll. Umur dan tekanan darah disetting langsung, kemudian diberikan beban latihan dengan peningkatan (sudut elevasi dan kecepatan) yang meningkat naik setiap 3 menit. Latihan dihentikan pada kemampuan maksimal yang ditandai dengan adanya kelainan pada monitor, mis; EKG menunjukkan gejala tidak normal, tekanan sistolik darah naik sampai 250 mmHg atau adanya keluhan nyeri dada. Kemudian lihat angka yang tertera pada monitor timer mis; 12 menit – 15 menit.(sudut kemiringan tredmill dan beban sepeda statik ergometer setiap 3 menit. Dari data yang ada dapat langsung dimonitor nilai VO2 maks yang muncul secara otomatis pada monitor (Douglas Bag otomatis)
2. Metode Astrand
Dilakukan dengan menggukan sepeda Astrand. Beban latihan disesuaikan dengan umur dan jenis kelamin dalam waktu 6 menit. Kemudian periksa nadi dan lihat hasil (monitor Astrand dan tentukan nilai VO2 maks).
3. Metode Balki
Jalan jogging atau lari. Tes ini paling banyak dipakai karena murah, mudah, akurat dan lama tes maksimal 12 menit.
Tatacara pelaksanaan :
- mengukur waktu dalam menit dan jarak dalam meter
- hasil VO2 maks
RUMUS
X = jarak tempuh 12 menit
Y = jarak tempuh permenit dalam meter
Z = Y – 133 konstan
P = ZX. 0,172 konstan
VO2maks = P + 33,3 ml/KgBB/menit
Contoh:
Seorang laki-laki dengan umur 28 tahun
X = 2250 meter
Y = 2250 : 12 = 187,5 meter
Z = 187,5 - 133 = 54,5
P = 54,5 x 0,172 = 9,374
VO2 maks = 9,374 + 33,3 ml/KgBB/menit = 42,674 ml/KgBB/menit
Tabel klasifikasi
Kelas ml O2 / KgBB / menit
IV 3,5 - 6,9
III 7 - 14,9
II 15 - 21
I lebih dari 21
VO2maks kg/menit = kecepatan m/min x 0,1 + 3,5 ml kg/min
3,5 ml kg/menit adalah BMR (Basal Metabolisme Rate)
Pengukuran VO2 maks ini merupakan salah satu dari komponen pengukuran stress tes yang merupakan data objektif kemampuan fungsional kardiopulmonal.
Pengukuran VO2 maks ini dapat dilakukan secara langsung ataupun secara langsung.
Pengukuran Vo2 maks dapat dengan menggunakan metoda Sensor Medik MMC 2900. Metode Astrand dan metode Balki, namun dari ketiga metode ini, metode yang paling sering dipakai adalah metode Balki karena sangat mudah dalam pengaplikasiannya, murah dan cepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar